Postingan

Merokok Membunuh Mu

Merokok Membunuh Mu ! Merokok Membunuh Mu, kalimat yang tak asing ini, membuat penulis gereget dan  ingin rasanya membedah apa makna dari kalimat tersebut. Kalimat ini sering penulis temukan di bungkus-bungkus rokok, baliho rokok, dan sepanduk rokok, pokoknya yang bersangkutan dengan rokok. Kalimat rokok membnuh mu sudah lama ada dalam pikiran penulis semenjak timbul slogan baru yang dikeluarkan iklan-iklan rokok dalam media cetak. Kalimat yang satu ini merupakan sebuah slogan peringatan yang ditunjukan untuk masyarakat, baik laki-laki, perempuan, remaja maupun anak-anak. Kalimat “Merokok Membunuh Mu” jika penulis maknai secara kebahasaan bahwa kata “rokok” tersebut mendapat imbuhan “me”. Dimana imbuhan “me” tersebut memiliki makna “pelaku”. Jadi “merokok” penulis artikkan “orang yang menghisap rokok”. Sedangkan kata “membunuh” memiliki makna “mematikan, menghilangkan” yang berhubungan dengan nyawa. Jadi jika disatukan, makna dari kalimat “Merokok Membunuh Mu” memiliki arti “ora...

Jurnal Penelitian AFINITAS NOVEL RANTAU MUARA DAN MENGEJAR-NGEJAR MIMPI : TEORI INTERTEKSTUAL

AFINITAS NOVEL RANTAU MUARA DAN MENGEJAR-NGEJAR MIMPI : TEORI INTERTEKSTUAL Disusun sebagai tugas individu pada mata kuliah Sastra Banding                                                                   Disusun Oleh :                                                          Nama               : Didit Maulana                                                          NIM    ...

Pamflet Teater Jari dengan Lakon Lingsir Wengi

Gambar
Salam Sukses untuk kita semua, saksikanlah pementasan Teater Jari dengan Lakon Lingsir Wengi, yang disutradarai oleh "Suci Sulistiowati"dalam acara FESDRAK (Festival Drama Antar Kelas) FKIP UMT yang akan dipentaskan pada : Hari/Tanggal    : Rabu / 10 Juni 2015 Waktu               : Pukul 16.30 WIB Tempat             : Aula Universitas Muhammadiyah Tangerang Lantai 4 HTM                : Rp.15.000,- /Orang Narahubung     : Didit Maulana (089698755260) Ayo... tiket terbatas. kapan lagi kalau bukan sekarang?

Pejuang Cinta

Pejuang Cinta Deg, deg, deg, terasa cepat detak jantung Husein saat melihat gadis berkrudung merah tersenyum simpuh kepadanya, dalam hati iya bertanya-tanya “siapakah gadis yang mungil dan manis ini” sambil tersenyum disertai tanda tanya.  Husein memanglah seorang lelaki yang berada dimasa transisi, yang hidup diatara masa remaja dan menuju dewasa untuk kemapanan hidupnya. Hari itu dia baru menginjak usia yang ke-19 tahun dan berharap dia menemukan cinta terakhirnya. Memang benar kata orang bijak bahwa “jatuh cinta itu cukup dengan satu detik, tapi seumur hidup untuk meyakinkannya”. Tak berpikir panjang Husein pun langsung menghampiri gadis berkrudung merah tersebut dengan seribu takut dan rasa malu yang menjulang tinggi. Tapi tiba-tiba  “ Ka Husein, mau kemana? Tanya seorang andika pramuka kelas 6 SD, karena hari itu kebetulan Husein berada dalam acara perkemahan Sabtu-Minggu atau sering disebut dengan PERSAMI. Dengan gugup Husein pun menjawab pertanyaan andikanya itu. ...

Puisi Guru

Goresan Tinta Kala cahaya menembus embun sahutan ayam bertalu-talu selepas sujud membuka buku tanpa ragu kau menebar ilmu tinta kecil terselip dalam kantung setumpuk lembaran kanan-kiri dalam genggaman langkah pasti tanpa ragu siap mengores titik yang membatu lelahmu tak kan terbayar meski ku ajak kau berlayar jasamu tak kan terlupa meski hayati ku binasa Terimaksih Guruku Lengkong Kulon, 11 Agustus 2014 Didit Maulana

Makalah Analisis Kesalahan Berbahasa

Gambar
BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan oleh masyarakat untuk berkomunikasi. Bahasa sebagai sebuah sistem lambang berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Dalam penggunaannya sering kali banyak terjadi kesalahan baik lisan maupun tulisan yang menyimpang dari kaidah bahasa dan tidak sesuai dengan Ejaan yang disempurnakan atau kamus besar bahasa Indonesia. Pada dasarnya kesalahan berbahasa yang terjadi di masyarakat merupakan sebuah kebiasaan yang sudah melekat turun-temurun hingga sulit untuk dilepaskan. Ditambah bahasa keseharian lebih mudah dilafalkan dan kurangnya wawasan masyarakat tentang bagaimana bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan demikan terjadilah penulisan-penulisan yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan  benar. Penulisan yang tidak sesuai dengan KBBI, EYD dapat kita jumpai di sekitar kita seperti pada spanduk, p...