Sabtu, 26 Desember 2015

Puisi Surat Untuk Presiden

Surat untuk Presiden

Kepada Bapak yang aku hormati
Lihatlah kami di sini dengan hati
Kami yang tersesak karena asap
Asap kabut, ulah oknum tak tak berhati.

Lihatlah bapak….
Kami tersiksa tak berarti di sini.
Di tanah lahir kami sendiri
Kami sedari ini bukti, bapak tak peduli.

Sebulan lalu kami tersorot oleh api
Sebulan lalu kami selalu masuk televisi
Tapi bukan karena prestasi,
Melainkan berita hangat yang cocok dibincangi.

Mata kami terbatas dalam memandang
Nafas kami terbatas menghirup udara segar
Bayi kami menjadi korban ganasnya asap hutan
Hutan yang terbakar karena serakahnya monyet berdasi.

Oh… sang penguasa yang duduk di singga sana
Meski kasus hutan tak lagi hangat
Karena hujan telah mengguyur berita
Sudahkah kau selesaikan kasus asap kami.




Kepada bapak yang berdasi di sana
Rasakanlah hujan yang turun hari ini,
Airnya begitu deras mengucur deras ke Bumi pertiwi
Begitulah tangis kami sampai saat ini.

Kami ingin kau genggam tangan ini pak….
Kami  ingin kau peluk raga ini pak…
Karena pada siapa lagi kami mengadu
Hanya bapak yang patut kami segani.

Walau raga ini tak sehat dulu
Raga ini rapuh karena asap hutan terbakar
Tapi hati kami selalu yakin padamu pak
Bapak bisa selesaikan kasus merebah ini.

Kepada Bapak Presiden yang kami cintai
Tegaslah kau di sana dalam bertindak
Tegaslah kau dalam berhukum
Hukumlah manusia bersalah dengan tegas dan berkelas

Bapakku….
Butakanlah dirimu kepada uang haram
Uang suap hukum karena tak mau dihukum
Yang sekarang sudah biasa dikalangan para pejabat hukum






Bapak Presidenku
Berlakulah adil kepada kami kau kusam yang kecil
Yang jarang dilirik para monyet berdasi
Yang terbuang tak ternilai di mata hati.

Kini, kami ada untuk bicara
Sekadar bicara berharap sampai kepada telinga bapak
Bicara tentang rasa yang tertekan dalam hati
Karena menuntut keadilan dari monyet-monyet berdasi.

Bapak hampirilah kami
Ulurkan tangan kasihmu pada kami
Sampai hati ini terpeluk oleh tutur mu
Sampai kami tersimpuh di pangkuanmu

Kami bukan sekadar bicara
Kami bukan sekadar bersandiwara
Kami bukan meminta-minta
Tapi, kami di sini menuntut hak pada seorang Bapak

Oh…
Bapakku yang tertinggi di nusa dan bangsa
Bukalah mata hati dan ulurkan tanganmu
Kami di sini menunggu mu
Bapak Presidenku
Salam Indonesia tanpa asap.

Lengkong Kulon, 8 Desember 2015
Didit Maualana


Jumat, 04 Desember 2015

LAPORAN PPL MTs Negeri Pagedangan 2015

LAPORAN
PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
DI MTs NEGERI PAGEDANGAN





                                                     
   


    Disusun Oleh :
 Didit Maulana (1288201128)












FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TENGERANG
2015






BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

     Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah yang diikuti dan harus dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Tangerang, untuk mendapatkan pengalaman tentang bagaimana cara mengajar di sekolah dan bagaimana cara berinteraksi langsung dengan siswa khususnya dan semua warga sekolah di lingkungan tersebut pada umumnya. Tahap ini merupakan masa atau kesempatan bagi mahasiswa untuk melatih diri mempraktikkan apa yang telah didapat selama proses pembelajaran di kampus untuk diaplikasikan di sekolah MTs Negeri Pagedangan.
      Dengan kata lain, setiap mahasiswa FKIP (calon guru) harus mendapatkan bekal berupa bimbingan dan latihan dalam mengajar pada situasi sesungguhnya serta sebagai bahan evaluasi dan peningkatkan kualitas mengajar jika mahasiswa tersebut menjadi guru yang profesional pada praktik nyata.
      Ada beberapa alasan mengapa perlu dilakukannya praktik pengalaman belajar, yaitu karena Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan suatu cara untuk peningkatan potensi calon guru agar dapat menjadi seorang guru yang lebih baik, berwawasan, dan berpengalaman dalam mendidik siswa dan juga dalam melaksanakan tugas-tugas dalam pembelajaran. Melalui Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), mahasiswa FKIP diharapkan mengetahui tata cara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan tidak canggung lagi dalam mengajar. Dengan adanya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), mahasiswa FKIP diharapkan mampu membina hubungan sosial atau berinteraksi dengan seluruh warga sekolah.
Untuk memperoleh kemantapan dan keterampilan bagi mahasiswa sebagai calon guru, maka diwajibkan mengikuti program Pengalaman Praktik Lapangan (PPL). Untuk melatih calon guru menguasai kemampuan guru yang utuh dan berinteraksi, sehingga setelah menyelesaikan pendidikan mereka siap secara mandiri mengembangkan tugas sebagai tenaga professional.

B. Tujuan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

     Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada dasarnya merupakan kegiatan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), untuk melatih diri dalam bidang mengajar, dan keprofesionalisme seorang guru dalam mendidik. Oleh karena itu disini penulis merincinkan 2 tujuan pelaksaan PPL, yaitu secara umum dan khusus :
Tujuan umum dari pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah untuk mengembangkan potensi seorang pendidik agar menjadi lebih baik lagi, berwawasan, berpengalaman dan menjujunng tinggi profesionalisme seorang guru dalam mendidik para siswa dan dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran, serta mendidik guru praktik untuk lebih sabar, disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan.
Adapun tujuan khusus dari pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah sebagai berikut :
1. Memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pengajaran manajemen di sekolah dalam rangka melatih dan mengembangkan kompentesi keguruan atau kependidikan.
2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari, mengenal, dan menghayati permasalahan sekolah, baik terkait dengan pembelajaran maupun kegiatan manajemen kelembagaan.
3. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai secara interdisipliner di dalam kehidupan nyata di sekolah.
4. Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administratif, akademik, dan psikologis sekolah serta menerapkan kemampuan profesional kegiatan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata.
5. Menarik kesimpulan nilai edukatif, penghayatan dan pengalaman selama pelatihan melalui refleksi keguruan.
6. Mahasiswa calon guru dapat menguasai berbagai ketrampilan dasar mengajar.


C. Manfaat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
       
       Selain memiliki tujuan, pelaksanaan Prakteik Pengalaman Lapangan (PPL) juga memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan, tidak hanya bagi mahasiswa itu sendiri, tetapi juga bagi lembaga dan sekolah, antara lain ialah :
1. Manfaat PPL bagi mahasiswa
Dapat menambah pengalaman mengajar dan meningkatkan potensi mahasiswa dalam mendidik dan menguasai kelas. Disamping itu dapat juga meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membuat dan menyusun perangkat pembelajaran (RPP) serta menambah pengetahuan dalam hal melakukan evaluasi pada siswa dan dalam hal menganalisis kasus yang timbul, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan non pembelajaran.
2. Manfaat PPL bagi Universitas
Dengan diadakannya PPL, Universitas dapat menghasilkan calon guru yang telah berpengalaman dalam mengajar. Nama baik Universitas juga ikut terangkat jika ada mahasiswa yang dapat mengajar dengan baik dan berhasil melaksanakan PPL dengan hasil yang memuaskan.
3. Manfaat PPL bagi sekolah
Mahasiswa yang PPL dapat diminta tolong untuk menggantikan guru-guru yang berhalangan hadir pada saat terjadi proses pembelajaran, juga dapat menggantikan guru piket yang berhalangan hadir, serta mahasiswa PPL dapat juga membantu dalam pelaksanaan ujian di sekolah tersebut serta dapat membantu kegiatan ekstrakulikuler di sekolah.




BAB II
HASIL OBSERVASI SEKOLAH

A. Visi dan Misi MTs Negeri Pagedangan
1. Visi
“BERAKHLAKUL KARIMAH, BERPRESTASI, DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN”
2. Misi
1) Mewujudkan pendidikan berakhlakul karimah secara efektif, berkesinambungan sehingga menjadi arif dalam bertindak
2) Mewujudkan pendidikan yang mampu membangun insan yang cerdas dan kompetitif
3) Mewujudkan pola pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan
4) Mewujudkan budaya berprestasi, pola pikir yang kritis dan kreatif pada seluruh warga madrasah
5) Mewujudkan warga madrasah bersih diri dan lingkungan
6) Mewujudkan lingkungan madrasah yang asri, sehat, dan nyaman.

B. Struktur Organisasi Sekolah
(Terlampir)


C. Prestasi Sekolah
PIALA/TROPY
Juara I
1. Juara I Fashion Show Putra; Maulid Nabi Muhammad SAW 1430 H. SMAN 1 Legok TP. 2008/2009
2. Juara I Regu Favorit Putra Lomba Keterampilan Penggalang I, SMAN 22’s OLYMPIAD 2013 SMAN 22 Kab. Tangerang
3. Juara I Lomba Baris-berbaris ke-I Tingkat SD/MI/SMP/MTS se-Kecamatan Pagedangan Tahun 2012
4. Juara Danton Terbaik Lomba Baris-berbaris ke-I Tingkat SD/MI/SMP/MTS se-Kecamatan Pagedangan Tahun 2012
5. Juara Kostum Terbaik Lomba Baris-berbaris ke-I Tingkat SD/MI/SMP/MTS se-Kecamatan Pagedangan Tahun 2012
6. Juara I Lomba Pidato Tingkat SLTP Pekan Maulid Nabi Pagedangan Bertasbih Kecamatan Pagedangan 29 Maret 2010
7. Juara I Muhadhoroh Tingkat MTs Lomba Keterampilan PAI se-Kabupaten Tangerang 22-25 November 2010 Kementerian Agama Kabupaten Tangerang
8. Juara I Lomba Tata Upacara Bendera Tingkat SMP/MTS Wilayah V Kecamatan Curug, Legok, Pagedangan, Kelapa Dua, Cisauk, dan Serpong Utara se-Kabupaten Tangerang Tahun 2008
9. Juara I Lomba Membuat Mading Tingkat SMP/MTS Piala Ketua BNP Provinsi Jawa Barat Tahun 2011
10. Juara I Futsal SMAN CUP III 19 – 22 Januari 2012 SMAN 22 Kabupaten Tangerang
11. Juara I Lomba Futsal Tingkat SLTP SMAN 1 Pagedangan Cup Tahun Pelajaran 2010/2011
12. Juara I Bola Voli Putra Sasmita Cup V Tahun 2006
13. Juara I Regu Terbaik Putera Lomba Keterampilan Penggalang I, SMAN 22’s OLYMPIADE 2013 SMAN 22 Kab. Tangerang
14. Juara I Festival Drum Band Tingkat SMP Peringatan Hari Kartini SDN Kp. Bambu III Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang Tahun 2009
15. Juara PBB Terbaik Lomba Baris-berbaris ke-I Tingkat SD/MI/SMP/MTS se-Kecamatan Pagedangan Tahun 2012
16. Juara Formasi Variasi Terbaik Lomba Baris-berbaris ke-I Tingkat SD/MI/SMP/MTS se-Kecamatan Pagedangan Tahun 2012
17. Juara I Gerak Jalan SLTP Putra HUT RI ke-61 Kecamatan Pagedangan Tahun 2006
18. Juara I Bulu Tangkis Putra SLTP Terbuka Lomba Motivasi Belajar Mandiri se-Kabupaten Tangerang Tahun 2005
19. Juara I Kreativitas Seni Islam Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Lahirnya R.A. Kartini; Osis MTs Negeri Pagedangan Tahun 2007
20. Juara I Lomba Pidato Tingkat SLTP Pekan Maulid Nabi Muhammad SAW Kecamatan Pagedangan Tahun 2010
21. Juara I Kompetisi Futsal Tingkat SLTP Tahun 2007
22. Juara I Cerdas Cermat Qur’ani antar SMP Dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1430 H SMAN I Legok 2008/2009
23. Juara I Fashion Show Puteri Dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1430 H SMAN I Legok 2008/2009
24. Juara I Futsal Tingkat SLTP Se-Kab.Tangerang Tahun 2011
25. Juara I Lomba Sandi Putra Tinkat SMP 2011
26. Juara I Lomba Bercerita Tingkat SMP di kantor perpustakaan daerah Kabupaten Tangerang
27. Juara I Lomba Sandi Putri Tingkat SMP Loppasipan 3 Gugus Depan 28015-28016 MI Miftahul Huda Medang Tahun 2011
28. Juara I Lomba Formula I (F1) Putra Tingkat SMP Loppasipan 3 Gugus Depan 28015-28016 MI Miftahul Huda Medang Tahun 2011
29. Juara I Lomba Dai Mulan (Dai Muda Islam) Tingkat SMP Gema Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H, di SMAN 17 Kabupaten Tangerang 2012
30. Juara I Lomba Puisi Berkemah HAB Depag Ke 62 KKM MTsN Pagedangan Tahun 2008
31. Juara I Kejuaraan Sepak Bola Tingkat Usia 15 Tahun SHA-SHAK FC
32. Juara I Lomba Puisi Tingkat SLTP Pekan Maulid Nabi Muhammad SAW Pagedangan Bertasbih Kecamatan Pagedangan 29 Maret 2010 PPL/KKN UMT 2010
33. Juara I Kompetisi Futsal Tingkat SLTP SMK 6 Pagedangan 2010
34. Juara I Lomba Bowling Putri Tingkat SMP Lopasippan Gudep 28015-28016 MI Miftahul Huda Medang Tahun 2011

Juara II
1. Juara II Putra Turnamen Bola Voli Tingkat SLTP MAHBUBY CUP Tahun 2007
2. Juara II Gerak Jalan MTs Putri Tingkat Kecamatan dalam rangka Hari Amal Bakti Departemen Agama ke-63 2007/2008
3. Peserta Terbaik II Latihan Kepemimpinan Siswa Se KKM MTs Negeri Pagedangan Tahun 2010
4. Juara II Lomba Quiz English Contest III, SMAN 22’s OLYMPIAD 2013 SMAN 22 Kab. Tangerang
5. Juara II Futsal, SMAN 22’s OLYMPIAD 2013 SMAN 22 Kab. Tangerang
6. Juara II Smaphore Puteri Lomba Keterampilan Penggalang I, SMAN 22’s OLYMPIAD 2013 SMAN 22 Kab. Tangerang
7. Juara II Lomba PBB Yel-yel Perkemahan HAB Depag ke-62 KKM MTs Negeri Pagedangan Tahun 2008
8. Juara II Lomba Tingkat Regu Penggalang LT. II Kwaran Pagedangan Tahun 2011
9. Juara II Sandi Puteri Lomba Keterampilan Penggalang I, SMAN 22’s OLYMPIAD 2013 SMAN 22 Kab. Tangerang
10. Juara II Pembinaan Kegiatan Ekstrakurikuler Bidang Pramuka Tingkat SMP/MTS Tahun 2006 Kabupaten Tangerang
11. Juara II Volly Ball Putri, Porseni Tingkat MTs se-kabupaten Tangerang Tahun 2005
12. Juara II Volly Ball Putra, Porseni Tingkat MTs se-kabupaten Tangerang Tahun 2005
13. Juara II Lomba Baris-berbaris Putri Tingkat MTs Gebyar Perkemahan Pramuka Madrasah ke-2 Kementerian Agama Kabupaten Tangerang Tahun 2012
14. Juara II Lomba Do’a Sehari-hari Putri Tingkat MTs Gebyar Perkemahan Pramuka Madrasah ke-2 Kementerian Agama Kabupaten Tangerang Tahun 2012
15. Juara II Putra Kompetisi Volly Ball ke-1 SMK Pustek Serpong Tingkat SLTP Tahun 2005
16. Juara II Wilayah Kabupaten Tangerang Tingkat MTS dan SMPI Olimpiade Matematika (Optika) se-Jawa Badan Eksekutif Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah 2012
17. Juara II Lomba Gerak Jalan Tingkat SLTP Putri HUT RI ke-60 Tahun 2005
18. Juara II Lomba Puisi Kwartir Ranting Pagedangan Tahun 2011
19. Juara II Bola Volley putra SMP Kompetisi Olahraga Pelajar Tingkat Kab. Tangerang Tahun 2005
20. Juara II Turnamen Futsal Kabupaten Tangerang Peringatan HUT RI ke 63 Tahun 2008
21. Juara II Lomba Gerak Jalan Putra Tingkat MTS/MA Memperingati HAB Kementerian Ke-66 Tahun 2012
22. Terbaik II Musabaqoh Fahmil Quran MTQ Tingkat Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang Tahun 2013
23. Juara II Lomba Bulu Tangkis Putri SLTP Terbuka Lomba Motivasi Belajar mandiri Se Kabupaten Tangerang 2005
24. Juara II Lomba Maraton Putra Tingkat SMP Lopasippan 3 Gugus Depan 28015-28016 MI Miftahul Huda Medang Tahun 2011
25. Juara II Lomba kaligrafi Putra Tingkat SMP Lopasippan 3 Gugus Depan 28015-28016 MI Miftahul Huda Medang Tahun 2011
26. Juara II Lomba Bercerita Tingkat SMP Kegiatan SMP Kegiatan Publikasi Perpustakaan Kantor Perpustakaan Daerah kabupaten Tangerang Tahun 2012
27. Juara II Festival Drum Band TK SMP Hari Kartini SDN Kampung Bambu III Tahun 2007
28. Juara II Lomba Gerak Jalan Tingkat SLTP/MTs Putra HUT RI Ke 59 Kec. Pagedangan Tahun 2004
29. Juara II lomba Dai Muda Islam Tingkat SMP Gema Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H di SMAN 17 Tangerang Tahun 2012
30. Juara II Kretivitas seni Islam Maulid Nabi Muhammad SAW di Hari Lahirnya RA Kartini OSIS MTsN Pagedangan
31. Juara II Gerak Jalan Putra Tingkat SLTP/MTs HUT RI 63 Kecamatan Pagedangan Tahun 2008

Juara III
1. Juara III Fashion Show Putra; Maulid Nabi Muhammad SAW 1430 H SMAN 1 Legok TP. 2008/2009
2. Juara III Lomba Marawis Pekan Maulid Nabi Pagedangan Bertasbih Kecamatan Pagedangan 29 Maret 2010 PPL/KKN UMT 2010
3. Juara III Olimpiade Matematika Milad ke-15 Piala Kepala MAN Balaraja Tahun 2012
4. Juara III Olimpiade Matematika Milad ke-16 Piala Kepala MAN Balaraja Tahun 2013
5. Juara III Futsal Porseni Tingkat MTs se-Kabupaten Tangerang Tahun 2005
6. Juara III Lomba Futsal Tingkat SLTP SMAN I Pagedangan Cup Tahun Pelajaran 2010/2011
7. Juara III Putra Lomba Carnaval Tingkat MTs HAB ke-65 Kementerian Agama Kabupaten Tangerang Tahun 2011
8. Juara III Putra Kejuaraan Bola Volli Pustek Cup II Tingkat SMP/MTS Se-Tangerang; SMA Pustek Serpong 2006
9. Juara III Lomba Tata Upacara Bendera Tingkat SMP/MTS Se-Kabupaten Tangerang Tahun 2008
10. Juara III Bulu Tangkis Putri SLTP Terbuka Lomba Motivasi Belajar Mandiri se-Kabupaten Tangerang Tahun 2005
11. Juara III Sepak Bola Mini Kompetisi Olahraga Pelajar Kabupaten Tangerang Tahun 2007
12. Juara III Atletik Lari 10 K Tingkat SMP/MTS Putri Kabupaten Tangerang Tahun 2007
13. Juara III Lomba Bercerita Tingkat SMP di Kantor Perpustakaan daerah Kabupaten Tangerang Tahun 2012
14. Juara III Kreativitas Seni Islam Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Lahirnya RA Kartini OSIS MTs Negeri Pagedangan
15. Juara III MTQ Putra Tingkat SMP/MTS Festival Pelajar Muslim Tangerang Gerakan Muda Islamic Center (GMIC) Tahun 2005
16. Juara III Lomba Busana Muslim Tingkat SLTP Pekan Maulid Nabi Muhammad SAW Pagedangan Bertasbih Kecamatan Pagedangan 29 Maret 2010 PPL/KKN UMT 2010
17. Juara III Lomba KIM Putra Tingkat SMP Lopasippan 3 Gugus Depan 28015-28016 MI Miftahul Huda Medang Tahun 2011
18. Juara III Gerak Jalan Putri Tingkat Sltp/MTs Kecamatan Pagedangan Tahun 2007
19. Juara III Kategori SMP Putri Festival Baris Berbaris 2013 Tingkat SD, SMP, SMA Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Tangerang

Juara Harapan
1. Juara Harapan I Lomba Tumpeng Hari Amal Bakti Departemen Agama RI Ke-63 Tingkat Kecamatan Pagedangan Tahun 2009
2. Juara Harapan II Lomba Sumber Belajar Untuk Guru MTS Tingkat Nasional Direktorat Pendidikan pada Madrasah Departemen Agama Republik Indonesia Tahun 2007
3. Juara Harapan I Pembinaan Kegiatan Ekstrakurikuler Bidang Pramuka Tingkat SMP/MTS Tahun 2006
4. Juara Harapan II Piala PKM Humas MAN Balaraja; Lomba LKBB Milad ke-15 MAN Balaraja
5. Juara Harapan I Quiz Cerdas Cermat English Tingkat SLTP Tahun 2009
6. Harapan I KB Zone Lomba Kreasi Pramuka Penggalang (LKPP) Gudep 27059-27060 SMA PGRI 83 Legok Tangerang 2011
7. Harapan II Kompetisi Lagu Nasional Mars dan Hymne Tangerang Tingkat SMP/MTs Kabupaten Tangerang 2008

Piala Bergilir
1. Piala Bergilir Futsal BHIPURI CHAMPIONSHIP Antar SMP Kecamatan Serpong dan Sekitar
2. Piala Bergilir Kepala MTs Negeri Pagedangan Porseni antar kelas MTs Negeri Pagedangan Tangerang-Banten
3. Piala Bergilir Turnamen Bola Voly antar SLTP se-Jakarta, Bogor, Tangerang Tahun 2008
Lain-lain
1. Jumbara PMR Ke-IV Palang Merah Indonesia Kabupaten Tangerang Tahun 2010 (PMI Kab. Tangerang)
2. Juara Umum Lomba Kebersihan Kelas MTs Negeri Pagedangan Bersih Itu Indah dan Menyenangkan
3. Juara Umum Olimpiade Bahasa MTs Negeri Pagedangan Tema Menguasai Rahasia Berarti Menguasai Dunia
4. Juara Umum Olimpiade MIPA MTs NEgeri Pagedangan Tama Cerdas Untuk Sukses

D. Struktur Kurikulum
(Terlampir)



E. Sarana dan Prasarana Sekolah

Dari hasil observasi, MTs Negeri Pagedangan memiliki sarana dan prasarana yang tersedia sudah dikatagorikan memadai. Hal ini terlihat dari persediaan ruang belajar dan fasilitas belajar yang cukup. Berikut adalah beberapa fasilitas belajar yang tersedia di MTs Negeri Pagedangan, yaitu :
1. Perpustakaan
Ruang perpustakaan berjumlah 1 ruang, permanen dan dalam keadaan baik serta layak pakai dengan ukuran 7 x 5 m . Perpustakaan digunakan oleh siswa untuk membaca, meminjam buku dan mencari bahan pelajaran tambahan. Tata cara pengelolaannya juga cukup baik yaitu dengan mengedepankan tata tertib sebagai berikut :
a. Pengunjung diharapkan tertib di dalam ruang perpustakaan
b. Pengunjung dilarang mengenakan topi di dalam ruang perpustakaan
c. Pengunjung dilarang membawa tas dalam ruang perpustakaan
d. Pengunjung harus mengembalikan pinjaman buku, majalah, surat kabar dan lain-lain sesuai dengan waktu pengembalian.
e. Pengunjung selesai membaca buku, majalah surat kabar dan lain-lain harus mengembalikan pada tempat semula.
f. Pengunjung tidak dibenarkan mencoret-coret, menggunting, menyobek buku dan lain-lain milik perpustakaan.
g. Bila ada jam kososng siswa/siswi diperolehkan belajar di ruang perpustakaan
h. Pengunjung dilarang membawa makanan/minuman serta makan di ruang perpustakaan.
i. Pengunjung dilrang masuk ke perpustakaan sebelum diizinkan oleh petugas perpustakaan
j. Pengunjung dilarang merokok di ruang perpustakaan
k. Pengunjung dilarang mengobrol atau bermain-main di perpustakaan.
2. Laboratorium IPA
Laboratorium IPA berjumlah satu ruangan dalam kondisi baik dengan jenis permanen. Adapun alat yang terdapat dalam laboratorium sudah dapat menunjang kegiatan praktikum. Tetapi laboratorium tersebut masih kekurangan alat-alat praktikum bidang kimia / IPA terpadu dan fisika, sehingga guru mata pelajaran tidak leluasa melakukan praktikum mengingat alat dan bahan-bahannya tidak memadai. Lain halnya dengan bahan praktikum biologi,laboratorium mempunyai perangkat yang sudah memadai untuk mata pelajaran biologi, dan guru leluasa melaksanakan praktikum.
Laboratorium dikelola oleh semua guru bidang studi IPA yang bertanggung jawab penuh terhadap alat-alat yang terdapat didalamnya. Setelah praktikum siswa selesai. Siswa diarahkan untuk membersihkan ruangan hingga menata alat-alat praktikum ketempatnya semula.
3. Laboratorium Komputer
Laboratorium komputer MTs Negeri Pagedangan berjumlah satu ruangan yang berjenis permanen, dan terdapat di dalamnya 25 unit komputer. Laboratorium tersebut dikelola oleh staf yang juga berprofesi sebagai staf pengajar. Mereka bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan laboratorium tersebut, baik dalam menjaga kebersihan maupun menjalankan peraturan yang berlaku dalam penggunaan laboratorium tersebut. Laboratorium komputer lebih sering digunakan oleh siswa kelas VIII dan IX, sedangkan kelas VII masih dalam tahap pembelajaran materi dan pengenalan perangkat keras komputer.
4. Ruang Bimbingan Konseling
Ruang BK berjumlah satu ruangan dalam kondisi cukup baik. Ruang ini biasa digunakan untuk proses bimbingan siswa bermasalah.

5. Ruang UKS
Ruang UKS satu ruangan, digunakan untuk tempat berobat sementara bagi siswa yang tiba-tiba sakit, sampai mendapat pertolongan selanjutnya. Di dalam ruang UKS terdapat beberapa jenis obat-obatan atau P3K, dan satu buah tempat tidur yang digunakan untuk berbaring siswa yang sakit.
6. Ruang Guru
Jumlah ruang guru sebanyak 1 ruang, dalam keadaan baik yang di tempati oleh ± 39 orang guru dan wakil kepala sekolah. Ruang ini cukup besar dan tertata dengan rapi. Di ruangan ini guru menyimpan keperluan-keperluan mengajar, serta serbagai tempat beristirahat saat tidak ada jam mengajar
7. Ruang Kepala Sekolah
Ruang Kepala Sekolah berjumlah satu ruangan dengan kondisi baik dan satu dinding dengan ruang tata usaha. Ruangan ini merupakan ruang privasi Kepala Sekolah dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan sekolah. Jika ingin menjumpai kepala sekolah maka ke ruangan tersebutlah.
8. Ruang Tata Usaha
Ruang TU terletak berdampingn dengan ruang guru dan kepala sekolah, yang kondisinya baik. Ruangan ini digunakan sebagai tempat administrasi sekolah.
9. Mushola
Mushola di MTsN Pagedangan, hanya ada satu ruangan dengan berdiri terpisah dari ruang-ruang yang lain. Mushola ini terletak di sebelah Selatan kelas 7 dan sebelah Timur Parkiran Motor. Mushola ini digunakan untuk shalat dzuhur berjamaah oleh putri, karena putra shalat berjamaah di masjid milik warga sekitar.
10. Parkiran
Parkiran terletak di sebelah selatan gedung MTsN Pagedangan. Yang kapasitasnya memuat sepeda motor semua Siswa/I MTsN Pagedangan.

BAB III
PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN

A. Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan PPL yang dilakukan oleh FKIP UMT dilakukan pada semester VII selama dua bulan (8 Minggu) dengan kewajiban melakukan praktik mengajar minimal sebanyak 24 kali pertemuan. PPL FKIP UMT dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2015. Yang diawali dengan pelepasan bersama pada tanggal 1 September 2015 dan diakhiri pada tanggal 30 Oktober 2015.
B. Struktur Kelompok PPL
• Guru Pamong : Ira Purawinangun,M.Pd
• Ketua : Didit Maulana
• Sekretaris 1 : Renizha
• Sekretaris 2 : Rindu Cahyani
• Bendahara : Shintya Anugrahesa
• Anggota : 1. Rengganis Galuh Ratna
2. Ika Wahyu Ratnasari
3. Sri Mulyani
4. Bilkis Bayaniah
5. M.Arifudin
6. Saeful Rohman



C. Program yang dilaksanakan
Program kerja yang dilaksanakan ketika PPL di MTs Negeri Pagedangan yaitu sebagai berikut :
a. Observasi
Kegiatan ini dilakukan pada minggu pertama, yaitu terhitung sejak pertama kali kunjungan dengan guru pamong penyerahan mahasiswa PPL secara resmi kepada pihak sekolah, Lebih tepatnya pada tanggal 1-4 September 2015. Kegiatan ini bertujuan supaya mahasiswa mengenal terlebih dahulu lingkungan sekolah, kegiatan sekolah baik di dalam kelas maupun di luar kelas seperti ekstrakulikuler.
b. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Sebelum melakukan praktik mengajar, mahasiswa membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Di dalam kegiatan PPL ini mahasiswa juga membuat RPP dengan berkomunikasi kepada guru pamong yang bersangkutan.
c. Kegiatan Praktik Belajar-Mengajar
Kegiatan ini kami lakukan setelah satu minggu observasi lingkungan sekolah. Di mana kami sudah sedikit mengenal lingkungan dan kegiatan sekolah dari dimualianya KBM sampai berakhirnya Kegiatan Belajar Mengajar. Kegiatan ini merupan kegiatan inti kami sebagai mahasiswa PPL sebagai bentuk proses pembelajaran praktik lapangan, bagaimana caranya berinteraksi dengan peserta didik dan mentansfer ilmu kepada mereka. Kegiatan ini kami lakukan hampir setiap hari masuk kelas dengan berbeda-beda kelasnya dari Senin-Jumat.
d. Kegiatan Ektrakulikuler
Selain kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas, kami juga mengikuti kegiatan ektrakulikuler. Di mana kegiatan ektrakulikuler yang kami ikuti di antaranya adalah : Pramuka, PMR, Drama, Bulu Tangkis,. Selain itu, kami juga mengikuti kegiatan sekolah seperti Upacra Bendera yang dilakukan setiap hari Senin pagi, Salat Duha berjamaah yang dilakukan setiap Jumat pagi, kegiatan conversation setiap hari Kamis pagi, salat zuhur berjamaah, salat jumat berjamaah dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bersifat program sekolah.
D. Hambatan dalam Pelaksanaan PPL dan Solusinya Pemecahannya
Seperti pada umumnya setiap kegiatan, selama pelaksanaan PPL di MTs Negeri Pagedangan, dijumpai banyak hal yang baik yang mendukung maupun menghambat pelaksanaan PPL tersebut, namun dengan kerjasama dan bimbingan dari guru pamong kami masing-masing, hambatan tersebut dapat kami lewati. Diantaranya:
1. Kurangnya pemahaman praktikan PPL terhadap tugas dan tanggung jawabnya selama di sekolah latihan. Setidaknya dapat kami atasi dengan bimbingan dan pengarahan dari guru pamong dan pihak sekolah, sehingga kami cukup dapat memahami tugas dan tanggung jawab kami selama di sekolah.
2. Keterbatasan waktu bagi praktikan untuk mengadakan latihan pengajaran yang lebih maksimal. Menurut kami waktu 2 bulan yang kami laksanakan dalam kegiatan PPL cukuplah singkat. Sehingga solusi pemecahannya dalam hal tersebut adalah dengan memanfaatkan waktu yang sedikit tersebut dengan sebaik-baiknya.
3. Kurangnya perhatian siswa terhadap mata pelajaran yang diberikan oleh mahasiswa PPL. Solusi penyelesaiannya dengan cara memberikan dorongan dan motivasi, sehingga proses pembelajaran dan perhatian siswa terhadap mata pelajaran dapat berjalan dengan baik.
4. Sulitnya menerapkan metode-metode pembelajaran terbaru dalam proses pembelajaran karena kurangnya disiplin peserta didik di sekolah tempat praktik. Solusinya dengan cara mengonsultasikan masalah tersebut dengan guru pamong. Sehingga metode yang digunakan dapat berjalan dengan maksimal.
5. Dalam menggunakan metode baru terkadang salah satu kelas tidak merespon. Solusinya menyesuaikan dengan kondisi kelas sehingga proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.


BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil refleksi dari pengalaman penulis selama mengikuti dan melaksanakan PPL di MTs Negeri Pagedangan, maka penulis dapat merumuskan beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Program PPL yang telah berlangsung ini memberikan manfaat kepada praktikan berupa khasanah pengetahuan akan dunia pengajaran yang sebenarnya.
2. Program PPL benar-benar membantu mahasiswa dalam menyiapkan dan mengembangkan diri sebagai calon guru
3. Sebagai calon guru harus mampu melaksanakan tugasnya sebagai seorang pengajar yang baik sekaligus bisa menyelesaikan pekerjaan administrasi yang berkaitan dengan pengajarannya
4. Selama kami PPL tidak hanya dilatih untuk menjadi guru yang kompeten di bidang studi yang kami tekuni, tetapi kami juga dilatih tentang bagaimana menghadapi siswa yang bermasalah dalam mengikuti belajar mengajar di sekolah.

B. Saran
1. Bagi Sekolah
Pertahankan kebersihan dan prestasi serta tingkatkan kedisiplinan dalam proses belajar mengajar.
2. Bagi mahasiswa PPL
a. Praktikan hendaknya benar-benar memahami tujuan PPL ini agar bisa memperoleh manfaat yang maksimal dari pelaksanaan PPL ini.
b. Dalam mengajar, hendaknya praktikan lebih mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam melaksanakan materi pembelajaran.
c. Pembuatan kelengkapan mengajar sangatlah penting untuk dilakukan, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Dengan berakhirnya program pengalaman lapangan ini, praktikan ucapkan terimakasih kepada pihak sekolah, baik Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha, segenap karyawan dan Siswa/I MTs Negeri Pagedangan. Mahasiswa praktikan benar-benar berharap ilmu dan kesempatan yang didapatkan selama praktik mengajar ini akan menjadi bekal dan menyiapkan semua praktikan untuk terjun di sunia pendidikan yang sesungguhnya. Semoga praktikan dapat mengatasi masalah yang akan dihadapi kelak sebagai guru, bermodalkan pengalaman yang didapatkan di MTs Negeri Pagedangan. Mahasiswa praktikan percaya, kesempatan yang diberikan merupakan salah satu pelajaran yang sangat berharga bagi masa depan kelak.
Demikian penyusunan laporan PPL telah kami selesaikan, dengan kedasaran bahwa masih banyak kekurangan di dalamnya. Namun kami berharap laporan ini bermanfaat bagi kami khususnya dan para pembaca pada umumnya.


Rabu, 23 September 2015

Merokok Membunuh Mu

Merokok Membunuh Mu !
Merokok Membunuh Mu, kalimat yang tak asing ini, membuat penulis gereget dan  ingin rasanya membedah apa makna dari kalimat tersebut. Kalimat ini sering penulis temukan di bungkus-bungkus rokok, baliho rokok, dan sepanduk rokok, pokoknya yang bersangkutan dengan rokok. Kalimat rokok membnuh mu sudah lama ada dalam pikiran penulis semenjak timbul slogan baru yang dikeluarkan iklan-iklan rokok dalam media cetak. Kalimat yang satu ini merupakan sebuah slogan peringatan yang ditunjukan untuk masyarakat, baik laki-laki, perempuan, remaja maupun anak-anak. Kalimat “Merokok Membunuh Mu” jika penulis maknai secara kebahasaan bahwa kata “rokok” tersebut mendapat imbuhan “me”. Dimana imbuhan “me” tersebut memiliki makna “pelaku”. Jadi “merokok” penulis artikkan “orang yang menghisap rokok”. Sedangkan kata “membunuh” memiliki makna “mematikan, menghilangkan” yang berhubungan dengan nyawa. Jadi jika disatukan, makna dari kalimat “Merokok Membunuh Mu” memiliki arti “orang yang menghisap rokok akan terbunuh atau mati”.
Terlepas dari makna di atas, dalam benak penulis masih banyak yang ingin rasanya terungkap dan terbaca oleh semua orang. Menurut ilmu kesehatan, bahwa perokok pasif akan lebih berbahaya dibandingkan dengan perokok aktif. Maksud dari perokok pasif disini, bukan berarti dia merokok sambil duduk atau diam santai. Demikian juga dengan si perokok aktif bukan maksud dia merokok sambil kerja atau berlari kesana-kesini. Maksud dari perokok pasif di atas adalah orang yang bukan perokok tetapi dia berada dekat dengan orang yang sedang merokok dan asapnya terhirup oleh dia si perokok pasif. Ini akan jauh lebih berbahaya bagi kesehatan si perokok pasif. Nah timbullah satu pertanyaan dalam hati penulis, berarti lebih baik kita merokok dong, jika lingkungan kita sedang merokok semua?.
Rokok sangatlah gemari oleh masyarakat di Indonesia, dari remaja sampai orangtua yang sudah hampir mencium bau tanah pun masih gemar menghisap tembakau yang dibungkus oleh kertas tersebut terutama kaum laki-laki. Pandangan para lelaki termasuk penulis, merokok adalah alat pergaulan untuk mencairkan suasana. Biasanya dengan teman baru pun akan lebih cepat akrab ketika kita membawa dan menghisapnya sambil ngobrol dan ditemani oleh secangkir kopi. Jika sudah berkumpul dengan teman nongkrong, timbullah kalimat-kalimat nyeleneh yang terlontar tentang pandangan merokok. Misalnya saja “merokok membunuh mu” akan terjawab oleh kalimat guyonan “yang gak merokok juga bakal mati ko, ya mendingan kita merokok, sama-sama mati”. Secara logis kalimat tersebut tidaklah salah, benar nyatanya. Karena mati dan penyakit hanya Tuhan yang menentukan. Tapi setidaknya mencagah itu lebih baik. Ancaman mati atau penyakit bagi para perokok tidaklah membuat mereka takut apalagi sudah menjadi pecandu berat, asam rasanya ketika belum menghisap gulungan tembakau kecil yang dililit oleh kertas tersebut.
Merokok membunuh mu !, kalimat peringat ini selalu terpampang di setiap warung-warung yang menjual rokok. Anehnya para perokok sudah jelas-jelas diberitahu penyakit atau efeksamping dari menghisap rokok yang semuanya berdampang negatif, tapi masih saja dibeli dan dihisap. Apakah para perokok tidak bisa membaca? Nah loh termasuk penulis dong kalau begitu. Dan timbul juga pertanyaan dalam pikiran penulis, kenapa disetiap bungkus rokok ada kalimat peringatan berbahaya?. Dan kenapa masih diperjual-belikan dan pabrik-pabrik rokok semakin bertambah?. Tiga pertanyaan penulis itu selalu berputar-putar siang-malam menganai rokok ini, penulis menemukan jawabannya sendiri dengan melihat dan memperhatikan keadaan sekitar termasuk keadaan penulis sendiri.
Apakah Perokok tidak bisa membaca?
Para perokok sejati bukanlah orang yang tidak sekolah dan tidak bisa membaca. Para perokok ini sudah menjadi pecandu dan merasa ada yang kurang ketika seharian tidak menghisap rokok. Apalagi ketika sedang kumpul bareng teman, ngopi bareng, ngerjain tugas, nunggu jemputan, sambil kerja, sesudah makan, bahkan ada yang mempunyai kebiasaan buang air besar harus sambil merokok, katanya kalau tidak merokok gak asik dan masih bayak lagi cara para perokok menikmati sebatang temabakaunya sampai habis. Perlu kita ketahui para perokok itu banyak sekali di Indonesia, dari masyarakat bawah sampai atas semua mengemari yang namanya rokok. Jika penulis presentasikan mencapai 80% masyarakat Indonesia adalah perokok berat.
Kenapa di setiap bungkus rokok ada kalimat peringatan berbahaya?
Disetiap bungkus rokok, pasti selalu kita temukan kalimat-kalimat peringatan bahwa merokok menyebabkan berbagai penyakit seperti “merokok membunuh mu, merokok sebabkan kanker tenggorokan, merokok sebabkan impotensi, gangguan kehamilan dan janin, merokok berbahaya bagi anak-anak”, dana lain sebagainya. Kalimat-kalimat tersebut merupakan sebuah peringkatan bahwa rokok itu berbahaya. Tapi kok kenapa masih dijual ya? Setelah penulis pikir-pikir sendiri sambil minum kopi dan sedikit mengahbiskan sebatang rokok. Bahwa, kalimat-kalimat peringatan itu sengaja dibuat oleh para pengusaha rokok karena rokok memanglah tidak menyehatkan dan tidak baik untuk dikonsumsi. Bahkan akan menyebabkan berbagai penyakit bila dikonsumsi terus menerus seperti, kanker, impotensi, kemandulan, gangguan kehamilan, terbakarnya paru-paru dan masih banyak lagi. Nah, disini akan terjawab pertanyaan di atas, kenapa di setiap bungkus rokok ada kalimat peringatan berbahaya? Karena supaya ketika ada orang yang terkena salah satu dari penyakit di atas, si produsen rokok tidak bertanggung jawab dengan si perokok tersebut. Karena dia sudah memperingatinya. Dapat kita bayangkan jika tidak terdapat peringatan di setiap iklan dan bungkus rokoknya. Berapa banyak pabrik rokok yang akan gulung tikar karena harus bertanggung jawab karena telah menjual barang yang berbahaya bagi kesehatan.
Kenapa masih diperjual-belikan?

Jika rokok itu berbahaya bagi kesehatan, bahkan diharamkan oleh MUI, kenapa masih diperjual-belikan? Pertanyaan yang merupakan harus dijawab oleh penulis sendiri. Karena penulis juga perokok aktif dan masih sering membeli rokok. Menurut penulis rokok merupakan salah satu aset negara Indonesia, bahkan mungkin salah satu terbesar dibanding yang lainnya. Ya aset pengasilan pemasukan untuk keuangan negara. Karena 80% penduduk Indonesia adalah perokok aktif. Jadi ketika merokok membunuh mu, maka menjual rokok adalah sumber kehidupan. Banyak penduduk Indonesia yang menjadi pedagang rokok untuk menghidupi diri dan keluarganya. Jadi bagi sebagian orang rokok adalah sumber kehidupan. Termasuk Negara Indonesia, rokok adalah sumber pendapatan negara.

Jumat, 26 Juni 2015

Jurnal Penelitian AFINITAS NOVEL RANTAU MUARA DAN MENGEJAR-NGEJAR MIMPI : TEORI INTERTEKSTUAL

AFINITAS NOVEL RANTAU MUARA DAN MENGEJAR-NGEJAR MIMPI : TEORI INTERTEKSTUAL
Disusun sebagai tugas individu pada mata kuliah Sastra Banding










                                                                  Disusun Oleh :
                                                         Nama               : Didit Maulana
                                                         NIM                : 12.88.20.11.28
                                                         Kelas               : B.2
                                                         Semester          : VI (enam)
 
 











PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG

2015/2016













  1. ABSTRAK
Sastra merupakan sebuah karya yang tidak akan pernah punah selama peradaban manusia tetap berlangsung. Kenapa demikian, karena sastra diciptakan oleh manusia itu sendiri. Sastra juga diperkenalkan dan dipelajari oleh masyrakat sejak duduk di sekolah dasar. Baik itu puisi, syair, cerpen, novel maupun roman. Penelitian ini memaparkan perbandingan antara novel “Rantau Muara” dan “Mengejar-ngejar Mimpi”. Perbandingan karya novel tersebut dilakukan dengan disiplin ilmu, yaitu sastra bandingan. Membandingkan dua karya sastra atau lebih menjadi objek kajian dalam sastra bandingan.
Dalam kamus Webster dikumukakan bahwa sastra bandingan mempelajari hubungan timbal balik karya sastra dari dua atau lebih kebudayaan nasional yang biasanya berlainan bahasa, dan terutama pengeruh karya sastra yang satu terhadap karya sastra yang lain. Jadi sastra banding adalah kegiatan membandingkan dua karya sastra yang berbeda yang tidak melihat dari satu unsur saja, melainkan secara keseluruhan. Penelitian ini penulis fokuskan pada kajian afinitas antara kedua karya sastra yang berbeda yaitu “Rantau Muara” dan “Mengejar-ngejar Mimpi”. Afinitas merupakan keterkaitan unsur dalam antar karya sastra. Kegiatan pengkajian sastra banding ini menggunakan teori intertekstualitas. Teori intertekstual digunakan untuk melihat teks dari kedua karya sastra tersebut. Selain itu, dapat menggali secara maksimal makna-makna yang terkandung dalam suatu teks sastra.
Kata Kunci      : Sastra banding, afinitas, teori intertekstualitas.




  1. PENDAHULUAN
Sastra merupakan gagasan seseorang yang dituangkan lewat tulisan yang indah. jenis sastra dari zaman ke zaman selalu mengalami perubahan. Hal tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa sistem sastra yang ada bukanlah merupakan satu sistem yang baku, merupakan suatu sistem yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan budaya. Fananie (2002:7). Karya sastra yang semakin berkembang, perlulah dilakukan kajian. Baik kajian terhadap teks sastra maupun kajian yang lainnya seperti kajian sastra bandingan, pragmatik, semiotik, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, yang akan digunakan dalam mengakaji dua buah karya sastra adalah kajian satra bandingan.
Dalam kamus Webster dikumukakan bahwa sastra bandingan mempelajari hubungan timbal balik karya sastra dari dua atau lebih kebudayaan nasional yang biasanya berlainan bahasa, dan terutama pengeruh karya sastra yang satu terhadap karya sastra yang lain. Jadi sastra banding adalah kegiatan membandingkan dua karya sastra yang berbeda yang tidak melihat dari satu unsur saja, melainkan secara keseluruhan.
Novel “Rantau Muara” dan “Mengejar-ngejar Mimpi” akan peneliti bandingkan dengan melihat unsur-unsur secara keseluruhan dan juga melihat hubungan afinitas satu sama lainya. Kegiatan perbandingan karya sastra , yakni novel “Rantau Muara” dan Mengejar-ngejar Mimpi”, pada hakikatnya untuk melihat persamaan dan perbedaan antarkarya sastra yang pada akhirnya berupaya untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat pembaca mengenai karya sastra sebagai hasil pemikiran manusia. Kajian perbandingan ini peneliti menggunakan teori intertekstual.
Penelitian atau kajian yang dilakukan ini bertujuan untuk membandingkan dua karya sastra, novel “Rantau Muara” dengan “Mengejar-ngejar Mimpi”. Selain itu juga untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari perbandingan tersebut. Perbandingan yang dilakukan dalam penelitian ini difokuskan pada afinitas kedua karya sastra tersebut. Penelitian ini menggunakan teori intertekstual untuk lebih memudahkan dalam menggali makna dari kedua karya sastra tersebut, sehingga afinitas mudah didapatkan.


  1. KAJIAN TEORI
1.      Hakikat sastra bandingan
Menurut Endraswara (2011:1-2) hakikat sastra bandingan adalah membandingkan dua karya atau lebih. Menurut Damono (2005:1), sastra bandingan adalah suatu pendekatan dalam ilmu sastra yang tidak mengahsilkan teori sendiri. Bisa dikatakan, teori apapun dapat dimanfaatkan dalam penelitian sastra bandingan, sesuai dengan objek dan tujuan penelitian. Jadi, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa sastra bandingan adalah kegiatan membandingkan dua karya sastra atau lebih yang memiliki persamaan dan perbedaan dalam hal unsur-unsur yang dikandungnya.
2.      Teori intertekstualitas
Secara luas, interteks diartikan sebagai jaringan hubungan antara satu teks dengan teks lainnya. Secara etimologis berasal dari bahasa Latin, textus berarti tenunan, anyaman, penggabungan, susunan, dan jalinan. Ratna (2012:172). Suatu teks baru muncul didasari pada teks-teks yang mendahuluinya. Teks-teks terdahulu dapat dikatakan sebagai hipogram (hypogram). Hipogram dapat berupa ide, gagasan, wawasan, dan lain sebagainya yang terdapat dalam teks-teks terdahulu. Hipogram inilah yang menjadi konsep penting dalam teori interteks, terutama dalam mengungkap afinitas dua buah sastra.
3.      Afinitas dalam sastra bandingan
Menurut Hutomo (1993: 11-12) afinitas adalah keterkaitan unsur-unsur intrinsik dalamkarya sastra, misalnya unsur struktur, gaya bahasa, tema, mood (suasana yang terkandung dalam karya sastra) dan lain-lain, yang dijadikan bahan penulisan karya sastra.
Endraswara (2011:144) menyatakan, kata afinitas itu berasal dari bahasa latin ad (dekat) dan finis (batas). Dalam ilmu antropologi kata afinitas diberi makna hubungan kekerabatan yang terwujud karena adanya perkawinan. Makna kekerabatan yaitu adanya kesamaan unsur dan hubungan antar jenis. Dalam ilmu sastra bandingan diartikan sebagai keterkaitan unsur-unsur intrinsik (unsur dalaman) karya sastra misalnya : unsur struktur, gaya, tema, (ide), mood (suasana yang terkandung dalam karya sastra), dan lain sebagainya yang dijadikan bahan penulisan karya sastra. Dapat penulis simpulkan, afinitas adalah keterkaitan unsur-unsur dalam atau struktur pada sebuah karya sastra yang dijadikan bahan penulisan karya sastra.
  1. METODE
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif analisis dan menggunkan teori intertektualitas. Deskriptif analisis ialah teknik yang dilakukan dengan cara memaparkan sesuatu atau fakta-fakta yag terdapat dalam penelitian kemudian dilakukan analisis. Secara etimologis deskriptif dan analisis berarti menguraikan. Analisis berasal dari bahasa Yunani analyein (ana= atas, lyein =urai), kata tersebut telah diberi arti tambahan, tidak semata-mata menguraikan melainkan memberikan pemahaman dan penjelasan secukupnya. Ratna (2012:53).
Endaraswara (2011:201-202) Intertekstual merupakan studi yang mempelajari keseimbangan antara unsur intrinsik dan esktrinsik teks yang disesuaikan denga fungsi teks di masyarakat. Penelitian itertekstualitas di pihak lain mengasumsikan bahwa sebuah karya ditulis berdasarkan karya yang lain, yaitu karya yang menjadi hipogramnya. Demikian pula dengan sastra bandingan, yang berasumsi bahwa ada “deretan” sastra yang memiliki kemiripan satu sama lain.
  1. HASIL DAN PEMBAHASAN
1.      Sinopsis
a)      Sinopsis Novel Rantau Muara karya “Ahmad Fuadi”
Alif lulus dari Universitas Padjajaran Bandung dengan nilai yang sangat memuaskan. Tentunya ia yakin perusahaan akan berlomba mendapatkannya. Namun, ia di wisuda di waktu yang kurang tepat. Pada saat itu, di akhir tahun 90-an, Indonesia mengalami krisis moneter sehingga ia kesulitan mencari pekerjaan. Berkali-kali ia mengirim lamaran pekerjaan, namun hasilnya nihil. Ia mengalami kegalauan yang sangat hebat. Di sisi lain ia juga harus membiayai amak dan adik-adiknya.
Dimulai dengan mulai mengirimkan surat lamaran pekerjaan, kemudian menerima juga surat balasan yang ternyata isinya adalah penolakan hingga sampai juga akhirnya ia merima surat yang membawa angin segar bahwa ia diterima bekerja. Di Jakarta. Ketika ia bersiap untuk pindah dari Bandung ke Jakarta, ada satu surat yang datang membuatnya kembali limbung. Surat yang mengabarkan bahwa penerimaannya oleh perusahaan dibatalkan.
Setitik sinar muncul ketika Alif diterima menjadi wartawan di sebuah majalah terkenal di Jakarta. Di sana, ia bertemu dengan seorang gadis yang dulu pernah dia curigai. Gadis itu bernama Dinara yang ternyata adalah temannya Raisa. Lambat laun hatinya tertarik pada Dinara.
Dari Jakarta, terbuka cakrawala baru. Alif meraih beasiswa keWashington DC, dia kuliah sambil bekerja menjual tiket. Di sana ia bertemu dengan Garuda, ia orang Indonesia asli orang Jawa. Bersamanya ia tinggal di Amerika. Dia sangat menyayangi alif layaknya adik sendiri. Cerita-ceritanya sangat menginspirasi Alif. Baik itu cerita tentang keluarganya ataupun tentang calon istrinya.
Dari situ akhirnya alif mulai berfikiran untuk melamar gadis pujaan hatinya, Dinara. Proses pendekatan kepada papa nya Dinara, itu yang paling sulit. Karena awalnya papa nya Dinara tak merestui hubungan mereka. Namun Alif tak pernah menyerah, ia terus berusaha menarik hati papanya. Yang pada akhirnya merestuinya.
Dengan penuh semangat, Alif terbang dari Amerika menuju Indonesia. Hal yang paling dinantinya akhirnya tiba juga. Ia menikah dengan Dinara.
Usai pernikahan, mereka terbang lagi ke Amerika, dari situ mereka menjalani hidup yang penuh luka-liku di Amerika. Dinara menjadi wartawan di sebuah majalah terkemuka di Amerika, lalu setelah lulus kkuliah Alif menyusul Dinara. Mereka hidup bahagia, gaji yang besar membuat mereka mudah melakukan apapun di Amerika. Pun cita-citanya untuk membantu Amak dan adik-adiknya di kampung tercapai jua. Mereka jujga mampu menjadi wartawan yang paling berprestasi, mampu menjadi wartawan teladan bagi semua wartawan di majalah tersebut. Sampai terjadi peristiwa 11 September 2001 di World Trade Center, New York, yang menggoyahkan jiwanya. Garuda, yang sudah ia anggap sebagai kakak sendiri menjadi korban peristiwa tersebut. Alif dipaksa memikirkan ulang misi hidupnya.
Mantra ketiga “man saara ala darbi washala” ( siapa yang berjalan di jalannya akan sampai pada tujuan ) menuntun perjalanan pencarian misi hidup Alif. Hidup hakikatnya adalah perantauan “Hidupku kini ibarat mengayuh biduk membelah samudera hidup. Selamanya akan naik turun dilamun gelombang dan ditampar badai. Tapi aku tidak akan merengek pada air, pada angin, dan pada tanah. Yang membuat aku kukuh adalah aku tahu kemana tujuan akhirku di ujung cakrawala.” (hal. 395)
Rantau 1 Muara bercerita tentang konsistensi untuk terus berkayuh menuju tujuan, tentang pencarian belahan jiwa, dan menemukan tempat bermuara. Muara segala muara.
b)      Sinopsis Novel Mengejar-ngejar Mimpi karya “Dedi Padiku”
Novel ini merupakan diary kocak seorang Dedi Padiku, novel ini merupakan perjalanan hidup seorang penulis dalam menggapai cita-citanya. Di awali dengan kisah pertama masuk sekolah SMK di Gorontalo. Dedi Padiku sudah mendapatkan kesialan karena mendapat hukuman untuk merayu wanita di depan semua siswa baru dan panitia OSIS. Tidak hanya merayu, setelah seorang perempuan dia dapatkan semua panitia menyuruh Dedi untuk menciumnya.
Ketika masa sekolah di SMK Dedi adalah seorang pemuda yang hidupnya serba kurang bahkan bisa dikatakan pemuda miskin. Dedi sekolah sambil bekerja menjadi sorang sopir angkot. Dia bekerja setelah pulang sekolah menggantikan pamannya untuk membiayai hidup dan adiknya. Dedi Padiku adalah seorang pemuda yang cukup pintar dikelasnya, di sekolah dia mempunyai seorang sahabat yaitu Iton teman duduk sebangkunya.
Di SMK Gorontalo semasa Dedi sekolah, dia sudah dilibatkan dengan persoalan percintaan dengan seorang wanita yang sangat dikagumi oleh para siswa lelaki di sekolahannya tersebut. Iyen adalah perempuan yang sangat Dedi sayangi, tapi untuk mendapatkannya tidaklah mudah. Dedi dan Iyen mempunyai tempat yang istimewa di sekolah yaitu belakang sekolah. Tempat itulah yang menjadi awal terjadinya cinta di antara keduanya. Untuk mendapatkan Iyen haruslah bersaing dengan banyak lelaki di sekolah. Dari Aan siswa yang rela memodifikasi motornya melebihi harga motor barunya demi mendapatkan Iyen dan Ranto yang berjanji akan membelikan kapal pesiar. Tidak hanya Aan dan Ranto, ternyata sahabatnya Iton pun ternyata diam-diam menyukai Iyen. Tapi semua saingannya berlalu begitu saja, Iyen yang perempuan yang pertama kali Dedi rayu dan dicium pipinya di depan semua siswa, telah memilihnya walaupun hanya pemuda miskin dan sopir angkot. Tapi kisah cinta mereka berakhir begitu saja Iyen akhirnya bersama Iton, tapi hatinya tetap kepada Dedi. Dedi pun meninggalkan Iyen untuk mencari keluarganya.
Setelah lulus dari SMK, Dedi pun ikut seleksi untuk ke Jepang, namun cita-citnya kandas karena tinggi badanya kurang 2cm. setelah gagal ke Jepang, Dedi pun terpuruk di kota Palu. Dia memulai dari awal dengan mengikuti kerabatnya menjadi tukang bangunan. Berakhirnya jadi tukang bangunan Dedi ditwari menjadi sopir pribadi dari anggota dewan. Kamudian Dedi pergi menado dan manjadi seorang selsmen. Sebelum ke Jakarta Dedi singgah ke Makasar dia bergaul dengan para mahasiswa bersama temannya. Disitu dia mendapatkan pengalaman dan pengetahuan bahwa sukses itu tidak harus kuliah.
Susai impian dan cita-citanya yaitu kenginan menjadi seorang penulis terkenal, Dedi Padiku akhirnya merantau ke Jakarta. Pertama kali dia datang Dedi menjadi sangat susah mencari kerja dan akhirnya ditawir menjadi jasa laundry tanpa mesin. Ternyata pekerjaan lelaki memuaskan wanita yang kesepian. Akhirnya dia menjadi Sopir kembali, ditengah-tengah kesibukannya menjadi sopir seorang dokter, dia terus membaca buku-buku dan mulai menulis. Pertama kali Dedi bertemu seorang penulis ketika dia mengikuti seminar yang pembeiacranya Zara Zettira. Disitu semangat menulisnya semakin berkobar. Dedi pun terus berusaha mewujudkan mimpinya dan bertemu dengan para penulis lainnya seperti Gola Gong dan Raditya Dika. Yang terus menginpirasinya untuk terus menjadi penulis terkenal. Akhirnya Dedi pun berkeinginan bertemu dengan Asma Nadia, dalam benaknya Asma Nadia sudah mempunyai penerbit sendiri. Dan mungkin bisa membantunya untuk menerbitkan tulisannya.
Akhirnya Dedi pun berkunjung ke tempat Asma Nadia dan mengirimkan tulisannya, tapi tidak bisa bertemu dengan mbak Asma. Tulisannya pun di titipkanya pada Rifa. Di situ Dedi terasa disambar petir , tapi dia tidak putus asa ingin bertemu dengan Asma Nadia. Dia rela menunggu berjam-jam dan mendatangi tempat Asma Nadia kantor TV One. Yang katanya sedang syuting. Tapi Asma Nadia tidak ada disana karena syuting Titian Qolbu di masjid-masjdi bukanlah di Kantor TV One.
Dengan tekad yang kuat, Dedi terus berusaha mencari informasi tentang Asma Nadia, dan akhirnya dia pun mendengar kabar bahwa Asma Nadia mengadakan Workshop kepenulisan yang pembicaranya langsung beliau. Tanpa berpikir panjang Dedi pun langsung mendaftar. Di workshop dia mendapakan ilmu kepenulisan yang luar biasa. Selama tujuh bulan semenjak workshop tersebut dia mengamalkan ilmu kepenulisan yang dia dapatkan. Dan Dedi akhirnya diundang oleh Asma Nadia lewat akun facebooknya bertemu di IBF. Dedi ditawari untuk bekerja disana dengan memegang kendali online di penerbitannya.

2.      Titik Kesamaan
Terlepas dari asumsi apakah Dedi Padiku dalam novel  “Mengejar-ngejar Mimpi” yang ditulis pada Tahun 2014 oleh Dedi Padiku, mendapat pengaruh dari novel ”Rantau Muara” karya Ahmad Fuadi yang ditulis pada Tahun 2013. Karya ini menurut peneliti mempunyai banyak kemiripan.
a)      Tema : Semangat dalam menggapai mimpi (cita-cita)
Dalam mencapai sebuah mimpi itu tidaklah mudah, dibutuhkan tekad yang kuat dan cita-cita yang besar untuk sukses. Tentunya dengan berbagai usaha dan doa, serta kita harus mampu mengahdapi rintangan-rintangan yang datang mengahadang. Seperti kisah dari novel “Rantau Muara” Alif yang merupakan pemuda miskin yang berasal dari kampung, mempunyai mimpi untuk kuliah di luar negeri dan mengelilingi berbagai belahan Dunia. Dan semua itu terwujudkan oleh Alif, karena kegigihan dan doa serta keyakinan hati dengan mantra man jadda wajada siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Kisah serupa juga dialami oleh Dedi padiku dalam novel ”Mengejar-ngejar Mimpi” Dedi juga merupakan pemuda miskin yang merantau ke Jakarta hanya demi cita-cinta ingin menjadi seorang penulis terkenal. Dia rela membayar workshop kepenulisan yang diadakan Asma Nadia yang hampir setengah gajihnya. dan cuti menjadi sopir. Akhirnya cita-cita Dedi pun tercapai dengan kesungguhannya untuk menggapai mimpinya menjadi penulis terkenal.
Kisah petualangan hidup antara Alif dan Dedi Padiku memiliki kesamaan yaitu kegigihan dan semangat yang terus berkobar untuk menggapai cita-citanya. Dan berakhir dengan tercapainya cita-cita mereka. Selain itu, kedua novel ini ditulis sesuai dengan pengalaman pribadi dari penulisnya masing-masing.


b)      Konflik Batin
Konflik yang dialami dalam novel “Rantau Muara” dan “Mengejar-ngejar Mimpi” yaitu sama-sama mempunyai tekad yang kuat untuk mewujudkan mimpinya. Yang di dalamnya terdapat persoalan cinta, pahitnya hidup indahnya bersahabat serta kehilangan seseorang yang sangat disayangi.
c)      Karakter Tokoh
Novel “Rantau Muara” dengan “Mengejar-ngejar Mimpi” mengambarkan tokoh yang pantang menyerah, pantang putus asa, percaya diri, cerdas baik hati. Keduanya berasal dari keluarga miskin tapi mereka tidak mau kalah dengan keadaan. Mereka percaya bahwa mereka bisa menggapai cita-citanya.
3.      Titik Beda
Selain persamaan yang terdapat dalam novel “Rantau Muara” dan “Mengejar-ngejar Mimpi”. Terdapat pula perbedaan antara keduanya. Perbedaan tersebut sebagai berikut:
a)      Alif mempunyai cita-cita ingin kuliah di luar negeri dan mengelilingi Duni. Sedangkan Dedi Padiku bercita-cita ingin menjadi seorang penulis terkenal seeperti Asma Nadia.
b)      Petualangan dalam mewujudkan cita-cita dalam novel “Rantau Muara” Alif dimulai ketika lulus kuliah di Bandung. Sedangkan novel “Mengejar-ngejar Mimpi” Dedi Padiku, di mulai ketika lulus dari SMK Gorontalo.


  1. SIMPULAN
Penelitian ini mengungkapkan afinitas antara dua karya sastra, yakni novel “Rantau Muara” dengan “Mengejar-ngejar Mimpi”. Afinitas diungkapkan dengan cara membandingkan dua karya sastra tersebut dengan teori intertekstual. Dari afinitas itu dapat diketahui bahwa terdapat persamaan  dan perbedaan. Diantaranya terdapat persamaan tema, karakter tokoh utama, dan juga konflik batin. Perbedaanya terletak pada tujuan atau cita-cita pelaku utama dan awal permulaan cerita.

DAFTAR PUSTAKA
Damono, Sapardi Djiko.2005. Pegangan Penelitian Sastra Bandingan. Jakarta:Pusat
Bahasa Depdiknas
Edwarsa,Suwardi. 2011. Metodologi Penelitian Sastra Bandingan. Jakarta : Buku Pop
Fuadi, Ahmad. 2013. Rantau Muara. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Fananie, Zaenudin. 2002. Telaah Sastra. Surakarta: Muahammadiyah University Press
Hutomo, Suripan Sadi. 1993. Merambah Matahari : Sastra dalam Perbandingan.
Surabaya: Gaya Masa
Padiku, Dedi. 2014. Mengejar-ngejar Mimpi. Depok: Asmanadia Publishing House
Ratna, Nyoman Kutha. 2012. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar