Postingan

Gambar
  SANG PENJAGA MARWAH KEBUDAYAAN: JEJAK ABADI RADHAR PANCA DAHANA   Didit Maulanam, M.Pd. X GIM SMK Bina Informatika Bintaro Bahasa Indonesia – Didit Maulana, M.Pd.  Orientasi Radhar Panca Dahana adalah seorang maestro sastra dan budayawan kontemporer Indonesia yang lahir di Jakarta pada tanggal 26 Maret 1965. Sosoknya dikenal luas sebagai intelektual yang memiliki ketajaman analisis luar biasa dalam membedah fenomena sosial dan budaya di tanah air. Kehadirannya di panggung literatur nasional memberikan warna tersendiri karena ia mampu menggabungkan kedalaman rasa seorang penyair dengan presisi logika seorang sosiolog. Latar belakang pendidikannya menjadi fondasi utama bagi karakter pemikirannya yang kritis dan mendalam. Radhar menempuh studi formal di Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, sebuah lingkungan yang mengasah kepekaannya terhadap struktur kemasyarakatan. Tidak berhenti di situ, ia kemudian me...

Logo Pascasarjana UMT

Gambar
 

Sepeda Fixie Keren

Gambar

Brosur Keren SMA IMTEK Pagedangan Tahun 2020

Gambar

Logo Pramuka Ambalan SMA IMTEK

Gambar

Biodata Didit Maulana

Biodata Didit Maulana Nama : Didit Maulana TTL     : Tangerang, 11 Agustus 1993 Agama : Islam Alamat : Jln. Raya BSD Bolevard Utama Kp.Pabuaran RT 01/06 Desa Lengkong Kulon Kec.Pagedangan Kab.Tangerang-Banten Pendidikan : 1. MI RAUDLATUL ATFAL 2. MTS NEGERI 1 PAGEDANGAN 3. MA RAUDLATUL IRFAN 4. S1 di UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG (UMT) Pekerjaan : Pendidik (Guru) 1. MI RAUDLATUL ATFAL 2. SMA IMTEK PAGEDANGAN Hobi : Action dan mengajar Motto hidup : I Can

Brosur Keren, SMA IMTEK Pagedangan

Gambar

Didit Maulana: Foto-foto Kegiatan Pramuka SMA IMTEK Pagedangan

Didit Maulana: Foto-foto Kegiatan Pramuka SMA IMTEK Pagedangan

Puisi Ada Senyum di balik tingkahmu Nak

Ada Senyum di balik tingkahmu Nak Saat mentari tlah letih bersinar, Yang diamdiam meniduri Dunia sebelah Barat itu. Ingin rasanya aku tertawa terbahak melihat tingkahmu Nak. Harihari yang selalu menghibur hatiku yang lara, Petang itu, saat kita tertawa bersama, Tak lama dirimu mengubah raut wajah menjadi sendu, Membuat aku berpikir keras, ada apa denganmu Nak?. Tak lama aku bertanya pada awan yang melintas itu. Kenapa dirinya mengubah senyum menjadi kerut kusut seperti itu?, Bukannya menjawab, awan itu malah tersenyum melihat dia kabur membawa tas, Pulang tanpa permisi. Hahaha Setiba di jalan raya, alangkah anaehnya aku, Dia tak pulang malah duduk di trotoar sambial berbincang kanankiri. Bisik ku dengar, dia cemburu tak dapat bagian perhatian. Oh, Nak sungguh lucu tingkahmu itu. Hahaha Lengkong Kulon, 18 Maret 2016 Raden H.S

Pantun Nasihat

Pantun Nasehat 2013 | Kumpulan Pantun Nasehat | Contoh Pantun Nasehat Tuan Haji memakai jubah   Singgah sembahyang di tepi lorong Kalau sudah kehendak Allah   Rezeki segenggam jadi sekarung Patah gading serpih tanduk Mari diletak di atas papan Jika tahu ganja itu mabuk Buat apakah ia dimakan Anak rusa masuk ke taman   Puas sudah orang memburu Kalau muda jadikan teman Kalau tua jadikan guru Berakit ke hulu dengan bergalah   Buluh pecah terbelahdua Orang tua jangan dilangkah   Kelak biadap dituduhnya pula Rusa betina berbelang kaki   Mati terkena jerat sembat   Orang yang muda kita sanjungi   Orang yang tua kita hormat Sorong papan tarik papan Buah keranji dalam perahu Suruh makan awak makan   Suruh mengaji awak tak mahu Adik ke kedai membeli halia Emak memesan membeli laksa Jadilah insan berhati mulia Baik hati berbudi bahasa Kayu cendana diatas batu Sudah diikat dibawa pulang Adat dunia meman...